Hasil pengamatan epidermis daun rhoediscolor


Berikut adalah Hasil pengamatan epidermis atau penampang daun rheodiscolor. semoga bermanfaat bagi anda.




MENGAMATI TRANSPORT MELALUI MEMBRAN

A. Tujuan :
  1. Untuk mengetahui bentuk dan bagian- bagian dari sel epidermis Rhoe discolor
  2. Dapat memahami pengaruh konsentrasi gula terhadap epidermis Rhoe discolor.
  3. Untuk dapat membedakan proses defusi dan osmosis.

B.  Dasar Teori :
1.      Defusi  adalah perubahan zat (gas, padat, atau cair), dengan atau tanpa melewati membran,  dari daerah yang berkonsentrasi tinggi ke daerah yang lebih rendah.
2.      Osmosis adalah perpindahan zat pelarut dari larutan yang berkonsentrasi rendah menuju ke larutan yang berkonsentrasi tinggi melalui selaput semi permeabel.

C. Alat dan Bahan :


1.  Mikroskop
2.  Pipet
3.  Kaca objek
4.  Silet
5.  Larutan gula 20% , 40% dan 60%
6.  Air
7.  Daun Rhoe discolor.


D. Cara Kerja :
1. Sediakan kaca objek bersih, beri setetes air bersih dengan pipet
2. Menyayat permukaan  bawah daun rhoe discolor
3. Letakkan epidermis Rhoe discolor segera (jangan sampai kering) di atas setetes air pada kaca objek yang berbeda, kemudian taruh di mikroskop.
4. Amati dengan mikroskop dan gambar hasil pengamatan tersebut
5. Pada daun Rhoe discolor setelah diamati dan digambar beri perlakuan. Dari tepi kaca penutup, teteskan larutan gula dengan pipet. Dari tepi yang lain, isap air dengan dengan tisu, agar terjadi pergantian medium
6. Amati apa yang terjadi setelah diberi perlakuan tersebut sampai daun rhoe discolos diberi larutan gula 20%, 40% dan 60%.


E. Hasil Pengamatan :
Pada daun Rhoe discolor yang tidak diberi larutan gula selnya berwarna ungu dan tersusun rapat. Sedangkan pada daun Rhoe discolor yang diberi larutan gula dengan kadar 20% mengalami plasmolysis sehingga tampak ruangan antara isi sel dengan dinding sel yang semakin luas dan warna isi sel menjadi semakin ungu. Plasmolysis adalah sitoplasma yang mengerut, terjadi karena terlepasnya membrane sel dari dinding sel akibat air yang ada di dalam sel terus keluar sampai terjadi keseimbangan konsentrasi air antara di dalam dan di luar sel. Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi (pekat) larutan gula maka semakin banyak sel yang mengalami plasmolysis.


F. Pembahasan :
sel tumbuhan diletakkan di larutan glukosa terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis – runtuhnya seluruh dinding sel – dapat terjadi. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi. Cairan di dalam sel hewan keluar karena peristiwa difusi.

G. Kesimpulan
Setelah kami melakukan pengamatan kami menyimpulkan bahwa :
1. sel epidermis Pada daun Rhoe discolor selnya berwarna ungu dan tersusun rapat.
2. Larutan yang hipertonis menyebabkan peristiwa plasmolisis dan jika diencerkan kembali (hipotonis) akan menyebabkan peristiwa deplasmolisis.
3. Semakin tinggi tingkat konsentrasi glukosa  dan semakin lama waktu untuk mendiamkan maka semakin banyak pula membran plasma yang lisis.
4. Sel tumbuhan dimasukkan ke dalam larutan hipertonis, protoplasmanya akan menyusut dan lepas dari dinding selnya. Proses ini disebut plasmolisis. Plasmolisis dapat menyebabkan tumbuhan menjadi layu.

H. Daftar Pustaka

Maryati, Sri. dkk. 2006. Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Suplemen Biologi SMA, Kelas XI. Klaten: SMAN 1 BAYAT.

Hasil Pengamatan Epidermis Daun Rhoediscolor.

ARTIKEL TERKAIT

Previous
Next Post »